IFL Goes To School – SDN Inpres Mawang

Memperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei, Indonesian Future Leaders (IFL) Chapter Sulsel mengadakan suatu kegiatan sosial bertema “National Education Day for Children”. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Inpres Mawang Kabupaten Gowa. Sekolah tersebut dipilih melihat kondisinya yang cukup memprihatinkan. Bangunan sekolah sudah tua ditambah lagi dengan kondisi lingkungan sekolah yang sering terendam air dan becek. Kondisi ini mengakibatkan sebagian besar siswa di sekolah tersebut memilih tidak masuk sekolah.

Continue reading “IFL Goes To School – SDN Inpres Mawang”

Advertisements

IFL Mengajar 2013

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan utama bangsa Indonesia. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut yaitu melalui pendidikan. Pendidikan yang dimiliki oleh suatu bangsa akan berdampak pada peradaban bangsa tersebut. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan faktor utama untuk memajukan sebuah negara. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya tugas pemerintah.

“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah “dosa” setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak
berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.”- Anies Baswedan

Berangkat dari hal tersebut, IFL Sulsel yang merupakan organisasi pemberdayaan pemuda untuk perubahan sosial menginisiasikan sebuah program jangka panjang yakni IFL Mengajar yang dimulai pada akhir bulan Maret 2013 dan berlanjut hingga saat ini. Ada sekitar 30 anak-anak sekitar-an UNHAS yang mengikuti kegiatan ini. Anak- anak tersebut ada yang belum bisa mencicipi indahnya pendidikan suplemen, bahkan ada anak yang belum bisa merasakan hangatnya bangku sekolah. IFL Mengajar hadir setiap Sabtu dan Minggu, Pukul 15.00- selesai di Ex-Rusunawa UNHAS.

Meskipun ilmu, tempat, dan fasilitas yang diberikan masih sangat terbatas, akan tetapi indahnya tawa riang dan keingintahuan anak- anak yang amat tinggi selalu menyemangati kami” Ujar Masita, salah satu pengajar di IFL Mengajar. Sama halnya dengan Masita, Project Officer IFL Mengajar yaitu Muhammad Awal Safar juga bersemangat menjelaskan kegiatan ini “Kita sadar, bahwa kita tidak boleh hanya mengutuk negeri ini dan menuntut agar anak bangsa dapat berpendidikan. Kita harus menyadari bahwa kita adalah kaum muda intelek yang harus berbagi dan berkontribusi demi terciptanya anak-anak Indonesia cerdas dan bermoral. Karena generasi selanjutnya harus lebih cerdas. mereka harus lebih kritis, dan harus lebih bisa!” Ujarnya.

Pada IFL Mengajar, Pembelajaran yang diberikan berdasarkan permintaan dari adik- adik IFL Mengajar (apa yang ingin diajarkan). Pada hari Sabtu adalah kelas akademik yaitu  pelajaran sekolah tetapi dengan konsep yang fun seperti Matematika Fun, English Fun, Bahasa Indonesia, PKn/Ilmu Sosial, dan IPA. Sedangkan hari minggu adalah kelas keterampilan seperti kerajinan tangan, menggambar, kebersihan diri, mewarnai, dan sopan santun.

Pada awal pembelajaran IFL Mengajar terkhusus untuk kelas akademik, pengajarnya akan dibagi berdasarkan pelajaran yang ingin dipelajari oleh murid- murid. Jadi, untuk kelas akademik murid terbagi berdasarkan mata pelajaran. Namun, karena metode pembelajaran ini dianggap kurang efektif dan efisien, sehingga pengajar dan official membuat kurikulum pembelajaran setiap minggunya yang dibagi berdasarkan tingkatan kelas.

Semoga apa yang kami lakukan dan apa yang mereka lakukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat menginspirasi banyak orang di luar sana untuk bergerak, berdaya, dan menciptakan perubahan demi Indonesia yang lebih baik. (Sri Septiany Arista Yufeny, Sekertaris IFL Sulsel)