Abu2Heritage – Libels 2015

Aksi corat-coret yang marak di kaum pelajar saat ini kian memprihatinkan maka daripada itu Indonesian Future Leaders melakukan program Abu2Heritage sebagai bentuk kepedulian kaum pelajar terhadap pelajar lain yang membutuhkan seragam. Pada kali ini IFL melakukan kegiatan ini di SMA 15 Makassar kegiatan ini dirangkaikan dengan penampilan music akustik, penandatangan spanduk angkatan, pelepasan balon impian dan pengumpulan donasi dari siswa/siswi SMA 15 Makassar. Continue reading “Abu2Heritage – Libels 2015”

Advertisements

Abu-abu Heritage 2013

Selasa 28 mei 2013, siswa-siswi yang telah menempuh Ujian Nasioanal di dua SMA Negeri di Sulawesi Selatan, SMAN 1 Bulukumba dan SMAN 21 Makassar mengeksekusi niat mulia untuk melunturkan budaya corat coret dengan menyumbangkan pakaian seragam mereka. Aksi ini di jembatani oleh Indonesian Future Leaders (IFL) chapter Sulawesi Selatan sebagai organisasi kepemudaan yang bertujuan untuk mengoptimalisasi pemberdayaan pemuda di masyarakat dengan nama program “Abu-abu Heritage”.
            Kegiatan Abu-abu Heritage 2013 bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya kegiatan ini dilakukan di SMAN 1 Bulukumba di tahun 2012. Ekspansi spot kegiatan di anggap perlu melihat seluruh siswa siswi di Sulawesi Selatan membutuhkan inisiasi aksi dan berkaca pada kesuksesan kegiatan Abu-abu Heritage tahun lalu.  
            Dengan tema “Semangat Kelulusan, Semangat Berbagi”, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi budaya corat coret di kalangan siswa-siwi SMA menjelang pengumuman kelulusan dan menumbuhkan rasa saling berbagi kepada orang lain yang lebih membutuhkan.
            “Alhamdulillah kami tidak mencoret coret seragam kami waktu pengumuman karena kami sadar jika berbagi dengan mereka jauh lebih indah, oleh karena itu saya bersyukur, saya lulus dan mendonasikan putih abu abu saya agar mereka dapat merasakan kebahagiaan kami. Semangat berbagi,” tutur Dimas Pangeran Arvin, siswa SMAN 1 Bulukumba yang menjadi salah satu siswa yang menyumbangkan seragamnya.
            IFL Sulsel sebagai pihak penyelenggara kegiatan Abu-abu heritage tak melupakan luapan kesenangan yang dirasakan oleh siswa-siswi di SMAN 1 Bulukumba dan SMAN 21 Makassar menjelang pengumuman kelulusan. Kain putih, spidol, serta pilox disediakan sebagai media corat coret bagi mereka yang ingin sekedar mengukirkan nama pertanda kelulusan.
            Walaupun tidak sepenuhnya menghilangkan budaya corat coret dikalangan SMA, kegiatan Abu-abu Heritage merupakan aksi awal untuk menyongsong aksi yang lebih besar kedepannya hingga pada akhirnya budaya corat coret menjadi sejarah suram yang menjadi kenangan.
            Jumlah seragam yang berhasil di sumbangkan dari SMAN 1 Bulukumba yakni 18 pasang, baju batik sebanyak 9 lembar, 1 atribut sekolah, 2 pasang baju olahraga, dan buku 23 buah. Tak ingin kalah, SMAN 21 Makassar berhasil mengumpulkan 28 pasang seragam SMA dan 16 pasang baju pramuka.
            Hasil dari sumbangan tersebut kemudian di sumbangkan kepada anak yatim di panti asuhan di kota Makassar melalu program Komunitas Berbagai yang merupakan agenda KeKeR, salah satu rubrik di koran harian Fajar.

Mau tau keseruan Komunitas Berbagi? Berbagi ala IFL Sulsel, KeKeR, dan Komunitas Lain? Nantikan di postingan selanjutnya. Salam Pemuda Berdaya !!! (Masita, PR IFL Sulsel)

Abu-abu Heritage 2011

Bulukumba- Indonesia Future Leaders (IFL) Sulawesi Selatan bersama OSIS SMAN 1 dan SMAN 2 Bulukumba menggelar event bersama bertajuk “Abu-abu Heritage 2011″ (16/5/11).

Kegiatan berupa donasi seragam dan buku-buku pelajaran oleh Siswa yang dinyatakan Lulus, disambut antusias. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari (16-18 mei 2011). Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi dominasi budaya coret-coret saat pengumuman kelulusan. Selain itu, ini juga berdampak positif bagi siswa untuk menumbuhkan sikap sosial dalam membantu sesama.

“Kita berharap kegiatan ini bermanfaat atau setidaknya mengurangi tradisi coret-coret. Dengan menyediakan kain bagi mereka, kami optimis budaya coret-coret di seragam akan berkurang,” celoteh Dahsyat Fiansyah, Ketua OSIS SMAN 1 Bulukumba.

Meskipun, coret-coret sudah mendarah daging, Juandha, Ketua IFL Sulsel mengaku Optimis kegiatan ini akan sukses. “Kita ingin setiap orang sadar , perubahan besar bisa dimulai dengan hanya mendonasikan seragam dan buku-buku,” ujarnya. Senada,Muh. Iqbal , siswa SMAN 1 Bulukumba yang juga panitia dalam event ini, menginginkan kegiatan ini bukan hanya seremonial, dan berharap kegiatan ini bisa diagendakan tiap tahun. Terbukti , di hari pertama pelaksanaan sudah berhasil mengumpulkan kurang lebih 50 pasang seragam , atribut sekolah, dan beberapa buku pelajaran. Diprediksikan, jumlah ini akan bertambah sampai akhir pelaksanaan. Event yang kali pertama dilaksanakan di Bulukumba ini, diharapkan bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk membuat even yang senada dengan Abu-abu Heritage. Semua hasil donasi, rencananya akan didistribusikan ke siswa SMA di Bulukumba yang membutuhkan. OSIS SMAN 1 dan SMAN 2 Bulukumba dipersahabatkan melalui even ini ,”Selama ini kita selalu merasa bersaing, dan kurang harmonis. Saya juga bersyukur, karena telah dipercaya untuk menggelar even ini,” tandas Riska Sarehong, panitia abu-abu heritage.

IFL yang berpusat di Jakarta dan di ketuai oleh M. Iman Usman, Mahasiswa Hubungan Internasional UI, merupakan wadah pemuda untuk menyalurkan ide-ide kreatif mereka untuk Indonesia. Saat ini, IFL sudah ada di Jakarta, Bandung, Jogya, dan Bulukumba( Sulsel). “Saya ingin gaung perubahan yang diprakarsai oleh anak muda bisa didengar dan jadi inspirasi bagi semua orang,” tutup Juandha.
Dokumentasi lainnya dapat dilihat di sini